Rabu, 20 Desember 2017

Nyongkolan : Tradisi Suci Suku Sasak

Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta diiringi dengan Gendang beleq. Tujuan dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat dimana mempelai tinggal.Tradisi berupa arak-arakan ini seringkali kita jumpai di jalanan pulau Lombok terutama pada akhir pekan.
Seiring berjalannya waktu, tradisi ini tidak lagi memegang kebudayaan leluhurnya. Seperti iringaan gendang beleq diganti dengan iringan musik kecimol dengan perpaduan dangdut dan musik tradisionalnya yang sering sekali membuat kegaduhan dalam barisan arak-arakan nyongkolan ini. apalagi dengan adanyaa joget(penari waanita)di barisan paling belakang tempat grup musik pengiring berada, menambah kegaduhan yang sangat bertentangan dengan budaya leluhur. Banyak sekali fenomena yang kita lihat saat ini, dimana budaya nyongkolan dijadikan ajang mabuk-mabukan, ajang memperlihatkan ilmu kebal dan tawuraan antar warganya yang tidak jarang berakhir dengan kematian.
Budaya ini sebenarnya sangat bagus, dengan tujuan yang jelas untuk mengenalkan pengantin kepada masyarakat agar dapat bersosialisasi dengan baik. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika nilai-nilai budaya nyongkolan yang sudah ada tidak dirubah. Dengan menerapkan kembali kebiasaan-kebiasaan yang dulu dilakukan. Karena pada hakikatnya nyongkolan itu membawa mempelai wanita ke orang tua nya secara terhormat dan disambut dengan cara yang terhormat oleh pihak keluarga mempelai wanita.



10 komentar: